<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Goinves&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://goinves.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://goinves.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Aug 2011 14:15:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='goinves.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Goinves&#039;s Blog</title>
		<link>http://goinves.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://goinves.wordpress.com/osd.xml" title="Goinves&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://goinves.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Hukum Karma</title>
		<link>http://goinves.wordpress.com/2010/04/12/senggig/</link>
		<comments>http://goinves.wordpress.com/2010/04/12/senggig/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 04:01:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>goinves</dc:creator>
				<category><![CDATA[hukum karma]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[lombok]]></category>
		<category><![CDATA[senggigi]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[A. Pengertian Hukum Karma Karma berasal dari Bahasa Sansekerta yang artinya kerja atau berbuat. Konsep hukum karma adalah bahwa setiap perbuatan akan memberikan hasil yang disebut ( phala ). Sehingga setiap hasil yang dipetik atau diterima oleh seseorang atas perbuatannya disebut karma phala. Hukum karma adalah hukum Tuhan yang berlaku bagi semua orang. Tidak memandang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=goinves.wordpress.com&amp;blog=13090074&amp;post=1&amp;subd=goinves&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="style1">A.<br />
Pengertian Hukum Karma</span></p>
<p align="justify">Karma berasal dari Bahasa  Sansekerta yang artinya kerja atau berbuat.<br />
  Konsep hukum  karma adalah bahwa setiap perbuatan akan memberikan hasil yang disebut ( phala  ). Sehingga setiap hasil yang dipetik atau diterima oleh seseorang atas  perbuatannya disebut karma phala.<br />
  Hukum karma adalah  hukum Tuhan yang berlaku bagi semua orang. Tidak memandang apakah orang  tersebut percaya atau tidak hukum karma tetap berlaku. Seperti hukum terbitnya  matahari dari timur, orang buta ataupun orang eskimo yang tidak pernah melihat  matahari, bukan berarti matahari tidak ada. Matahari tetap terbit dari timur.  Demikianlah hukum karma berlaku bagi semua umat manusia dari semua negara,  semua suku bangsa dan semua agama.<br />
  Dalam ajaran  Hindu , hukum karma merupakan ajaran sebagai landasan ajaran etika dan pegangan  dalam mencapai tujuan hidup.<br />
  Karma atau  perbuatan ini ada tiga bentuk yaitu karma yang dilakukan oleh pikiran ( Manah  ), karma dalam bentuk ucapan (waca ), dan karma dalam bentuk tindakan jasmanani  ( kaya ).<br />
  Jadi apapun  bentuk aktivitas seseorang pasti ada phalanya (hasilnya) .Ini berarti tidak ada  perbuatan yang tanpa membuahkan hasil, sekecil apapun kegiatan tersebut.<br />
  Sedangkan jika  dilihat dari baik buruknya maka perbuatan yang baik disebut Subha karma dan  perbuatan yang buruk disebut Asubha karma.</p>
<p class="style2"><strong>B.Proses berlakunya karma phala</strong></p>
<p align="justify">Setiap  aktivitas karma seseorang didasari oleh keinginan ( Iccha ). Timbulnya  keinginan akan direspon oleh pikiran. Pikiran inilah yang akan mengambil  keputusan untuk melakukan tindakan dalam bentuk ucapan ataupun tindakan jasmani.  Keputusan pikiran sangat ditentukan oleh pengetahuan  (jnana), kebijaksanaan  ( wiweka), serta pengalaman hidup serta  karmawasana seseorang.</p>
<p align="justify">Jika  digambarkan maka proses karma seseorang sebagai berikut :<br />&nbsp;</p>
<p>
<a href="http://goinves.files.wordpress.com/2010/04/karma.jpg"><img src="http://goinves.files.wordpress.com/2010/04/karma.jpg?w=500" alt="" title="KARMA"   class="aligncenter size-full wp-image-20" /></a></p>
<p> <span class="style2"><strong>C.Wujud Karma phala</strong></span></p>
<p align="justify">Banyak orang  menafsirkan bahwa wujud dari karma phala ( hasil perbuatan ) seseorang adalah  berbentuk materi, seperti kekayaan, kecantikan atau ketampanan, jabatan,  kehormatan dan sebagainya yang semata-mata diukur dari segi materi.<br />
  Secara garis  besar memang wujud karmaphala ada dua yaitu berbentuk fisik dan psikis( batin). <br />
  Artinya hasil  dari perbuatan tersebut dapat dirasakan secara langsung oleh badan jasmani  melalui panca indria atau juga bisa memberikan suasana batin tertentu pada  seseorang.<br />
  Contoh:<br />
  Jika seseorang pernah berbuat baik misalnya  membantu orang yang jatuh di jalan , suatu saat ketika dia terjatuh di jalan  akan ada orang lain yang menolong. Ini adalah phala secara fisik. <br />
  Contoh  lain  mungkin ada orang yang suka menipu  justru akan membuat hatinya tersiksa karena selalu was-was, selalu berprasangka  bahwa tipu dayanya akan ketahuan oleh orang lain. Ini berarti secara psikis dia  menderita.</p>
<p align="justify">Wujud dari  karmaphala yang akan diterima seseorang tidak dapat dipastikan. Artinya hasil  karma tersebut bisa saja berbentuk fisik, atau psikis, ataupun kedua nya yaitu  fisik dan psikis. Demikian pula  kapan  waktunya akan diterima seseorang atas perbuatannya juga merupakan rahasia Hyang  Widhi. Yang jelas bahwa karmaphala itu ada dan akan hadir tepat pada waktunya.</p>
<p align="justify">Diatas kedua  wujud karmaphala di atas yang terpenting untuk menjadi tolok ukur atas hasil  perbuatan seseorang adalah akibat dari wujud karmaphala tersebut.<br />
  Artinya  seseorang yang menerima karmaphala baik berwujud fisik maupun psikis apakah  mengakibatkan adanya peningkatan kualitas sradha atau tidak. Apakah menyebabkan  kebahagiaan atau penderitaan?<br />
  Contoh :<br />
  Seseorang yang  mendapatkan uang sangat banyak dari hasil judi, diukur  dari segi fisik tentu menyenangkan. Tetapi  kemenangan itu justru menyebabkan dia semakin tergila-gila pada judi, suka  berfoya-foya semata-mata memenuhi nafsu keinginannya. Suatu saat jika dia kalah  berjudi maka kekesalan dan kemarahannya akan dilempahkan pada orang lain,  seperti anak atau istrinya.<br />
  Ini menunjukkan  bahwa uang yang diperoleh dari hasil judi tersebut bukan karmaphala yang baik,  karena akibat dari uang yang diterima terebut justrui menjerumuskan dirinya  pada karma-karma yang lebih buruk.</p>
<p align="justify">Contoh lain  mungkin ada seseorang yang secara fisik cacat jasmani, tetapi dengan  kekurangannya tersebut memberikan dia inspirasi dan kesadaran bahwa hidup ini  tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan fisik, sehingga dia menjadi orang yang  teguh sradha bhakti, serta senantiasa merasa tentram . Jadi cacat jasmani  tersebut bukan hasil karma buruk tetapi merupakan hasil karma baik yang membawa  kebahagiaan bagi dirinya. Seperti halnya seseorang minum obat pahit untuk  kesembuhan dari penyakitnya.</p>
<p align="justify">Kesimpulannya:<br />
  Karmaphala yang  baik adalah yang dapat meningkatkan kualitas sradha bhakti untuk mencapai  kebahagiaan lahir batin ( moksartham jagat hita )<br />
  Karmaphala yang  buruk adalah yang menyebabkan seseorang menderita lahir batin dan menurunkan  kualitas sradha bhakti.</p>
<p align="justify">D.Dampak karma bagi seseorang</p>
<p align="justify">Setiap karma  yang dilakukan setidak-tidaknya ada tiga akibat yang terjadi :</p>
<div align="justify">
<ul>
<li>Karma akan memberi akibat atau balasan atas setiap  perbuatan manusia. Baik atau buruk yang akan diterima sesuai dengan perbuatan  yang dilakukannya.</li>
<li>Karma akan memberi kesan tersendiri kepada pelakunya yang akan melekat pada  pikiran pelakunya.</li>
<li>Karma akan membentuk kepribadian seseorang.</li>
</ul>
</div>
<p align="justify">Karma yang  memberi kesan dan menjadi kepribadian jiwatman inilah yang merupakan  karmawasana setiap orang, selalu melekat pada setiap kelahirannya.</p>
<p class="style2"><strong>E. Tiga Macam Karma</strong></p>
<p align="justify">Jika dilihat  dari segi waktu hasil karma seseorang maka dapat digolongkan menjadi tiga macam  yaitu :</p>
<div align="justify">
<ol start="5" type="A">
<ol start="1" type="1">
<li>Sanchita Karma</li>
<li>Prarabdha Karma</li>
<li>Kryamana Karma</li>
</ol>
</ol>
</div>
<p align="justify">Sancitha karma  adalah karma atau perbuatan yang dilakukan pada masa hidup di dunia baru akan  menerima pahalanya setelah meninggal dunia</p>
<p align="justify">Prarabdha karma  adalah karma atau perbuatan seseorang yang pahalanya langsung diterima pada  kehidupan ini.</p>
<p align="justify">Kramana karma  adalah pahala yang diterima seseorang pada kehidupan ini atas hasil dari  perbuatan ( karmanya ) pada kehidupan yang lampau.</p>
<p align="justify">Meskipun kita  menggolongkan karma tersebut seperti di atas tetapi dalam kenyataan sangat  sulit bagi kita untuk mengidentifikasi setiap karma yang kita terima saat ini. Mengenai kapan waktu kita akan menerima pahala atas karma yang kita lakukan  juga merupakan rahasia Ida sang Hyang Widhi.<br />
  Manfaat  kita mengetahui jenis-jenis karma tersebut adalah untuk meningkatkan sradha dan  bhakti kepada Hyang Widhi. Kita harus yakin bahwa apapun yang kita alami pada  kehidupan ini adalah hasil perbuatan diri sendiri. Bukan karena orang lain.  Bisa saja merupakan pahala atas karma kita pada kehidupan terdahulu, atas  pahala atas karma kita masa kini.</p>
<p align="justify">Oleh  karena itu yang terbaik harus dilakukan adalah melaksanakan tugas  sebaik-baiknya, selalu berbuat kebaikan serta tetap yakin dan bhakti kepada Ida  Sang Hyang Widhi Wasa.<br />
  Laksanakan  semua kewajiban sebagai yadnya dan bhakti kepada Ida sang Hyang Widhi. Jika hal  itu sudah dilakukan maka Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik bagi kita.  Apa yang seharusnya kita butuhkan pasti akan terpenuhi, sebagaimana wahyu  Beliau dalam Kitab Bhagawad Gita Bab IX Sloka 22  :</p>
<p align="justify"><a name="OLE_LINK1" id="OLE_LINK1"><em>Mereka  yang memuja-Ku dan hanya bermeditasi kepada-Ku saja, kepada mereka yang  senantiasa gigih demikian itu, akan Aku bawakan segala apa yang belum  dimilikinya dan akan menjaga yang sudah dimilikinya</em></a></p>
<p class="style2"><strong>F.Pelaksana Karmaphala</strong></p>
<p align="justify">Sebagaimana diuraikan  sebelumnya bahwa wujud karmaphala bisa berbentuk fisik bisa juga berbentuk  psikis. Jika karma seseorang harus diterima setelah meninggal dunia maka  atmannya akan menuju sorga atau neraka. Tetapi bagaimana bentuk pahala dari  karma yang harus dinikmati pada kehidupan ini?<br />
  Tentu saja  akibat karma  akan dirasakan oleh  seseorang melalui interaksi dengan lingkungan, baik alam maupun sesama manusia.  Pahala karma bisa saja dirasakan melalui tangan manusia,  binatang, tumbuhan, serta bisa juga dari alam. Sehingga manusia disamping akan  menerima pahala atas karmanya, tetapi juga sebagai alat untuk membalas karma  orang lain.<br />
  Contoh  sederhana mungkin suatu ketika kita menerima bantuan dari orang lain dimana  pada waktu tersebut kita benar-benar memerlukan pertolongan tersebut. Kejadian  ini buakanlah suatu kebetulan. Itu adalah hasil karma kita yang mungkin kita  sudah lupa kapan melakukannya, sehingga disaat yang tepat kita akan  menerimanya. Dalam peristiwa tersebut yang menjadi alat Tuhan untuk  menyampaikan pahala atas karma tersebut adallah manusia ( orang lain).<br />
  Meskipun  manusia adalah alat pembalas karma, bukan berarti dia terbebas atas karma yang  diperbuatnya itu tetapi pahala akan selalu mengikuti karma yang dilakukannya.<br />
  Misalkan  Andi menolong Budi yang terjatuh dari sepeda motor. Dalam peristiwa tersebut  Budi menerima pahala dalam bentuk pertolongan dari Andi, pahala tersebut  mungkin saja atas kebaikan Budi di waktu lalu Dalam kasus ini Andi adalah  sebagai alat pembalas karma perbuatan Budi di masa lalu. Meskipun Andi sebagai  alat , atas perbuatannya menolong budi dia juga akan mendapat pahala atas karma  tersebut.<br />
  Jadi  setiap peristiwa karma yang melibatkan lebih dari satu orang maka dalam  peristiwa tersebut ada dua jenis proses karma yang terjadi yaitu ada pihak yang  menerima hasil karmanya dan ada orang yang yang berkarma dimana hasilnya belum  diketahui kapan akan diterima.<br />
  Demikian  pula alam bisa saja sebagai alat pembalas karma. Bencana alam bukanlah hukuman  Tuhan, tetapi semua itu akibat perbuatan manusia sendiri. <br />
  Kesimpulannya :</p>
<div align="justify">
<ul>
<li>Pahala atas karma seseorang dapat diterima di alam niskala  ( sorga atau neraka ) juga bisa dinikmati pada saat hidup.</li>
<li>Pahala karma di dunia bisa diterima melalui tangan manusia atau alam  lingkungan.</li>
<li>Setiap peristiwa karma yang melibatkan lebih dari satu  manusia maka akan ada pihak penerima pahala atas karmanya dan ada pihak  sebagai pembalas karma sekaligus pelaku karma  untuk dirinya.</li>
<li>Setiap karma yang terjadi akan menjadi penyebab untuk  karma-karma berikutnya.</li>
<li>Dalam rangka meningkatkan karma baik maka pada saat berdoa  mohonlah agar kita senantiasa menjadi alat pembalas karma yang baik.</li>
</ul>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/goinves.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/goinves.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/goinves.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/goinves.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/goinves.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/goinves.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/goinves.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/goinves.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/goinves.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/goinves.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/goinves.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/goinves.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/goinves.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/goinves.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=goinves.wordpress.com&amp;blog=13090074&amp;post=1&amp;subd=goinves&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goinves.wordpress.com/2010/04/12/senggig/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ce1967253251a4f976ab65b39cddc06?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">goinves</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://goinves.files.wordpress.com/2010/04/karma.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">KARMA</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
